Thursday, April 10, 2014

Hidup ini hanya sekedar mampir minum.

Pada suatu hari yang sudah lama sekali, saya menyempatkan diri mendatangi Museum Affandi. Lukisan2 hebat, sisa2 perjalanan kehidupan seorang artis besar dan kenikmatan menikmati beberapa karya besar beliau. Yang masih teringat sekarang adalah makam beliau didepan. Yang mengingatkan saya bahwa: Perjalanan kehidupan ini, betapapun hebatnya, akan berakhir pada 2x3 meter saja.

Orang jawa bilang “Urip iki mung mampir ngombe”, hidup ini hanya sekedar mampir minum saja, spruput, menenggak secangkir kopi enak, dan kita lewat sudah. Jadi,mengapa kita begitu “serius” melihat kehidupan ini? Mungkin karena sejak kecil kita di mimpikan untuk menjadi manusia kaya, sukses, hebat, terkenal. Mungkin karena masyarakat mengukur segalanya dengan tolok ukur sukses. Sehingga pengejaran kehidupan tidak pernah habis habisnya.

Ketika kita dikejar oleh jadwal, target, dan super kesibukan yang tak akan pernah habis, kita terhimpit oleh begitu banyak kewajiban dan tugas dan pengejaran mimpi yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin dalam kesibukan seperti itulah perlu ada sebuah jeda, sebuah pemberhentian sejenak, sebelum kita berlari lagi berjuang berperang memenangkan kehidupan ini. Selamat menikmati jeda.

No comments:

Post a Comment