Friday, October 17, 2014

Change!!!

Diantara tumpukan buku2 kuno terlihat beberapa buku tebal Yellow Page, yang mungkin beberapa anak remaja/muda sekarang tidak lagi pernah "tahu" apa itu. Itu adalah barang2 "Pra-Google", jaman sebelum adanya google.

Melihat buku Ensiclopedia yang terjejer rapi, terasa aneh pada jaman ini. Seperti juga ketika kita melihat mesin tik. Dan buku2 saya ini, yang menumpuk, mungkin tidak ada lagi faedahnya dimasa mendatang karena telah di-digital-kan semua.

Filem2 terkenal semua sudah akan ada di Youtube. Youtube adalah TV jaman baru, dan semuanya "on-demand". Kapan saja dimana saja, bisa kita nikmati. Pola pikir kita juga harus mulai berubah, mengikuti perubahan jaman ini.

GPS sudah tidak perlu karena semua ada di Smartphone, Mobil tidak perlu pengendara, bisa menyetir sendiri. Bahasa mudah di terjemahkan tinggal satu klik saja. Setiap perangkat menjadi semakin "smart". Lalu bagaimana dengan kita?

Selamat menikmati perubahan.

Sunday, September 14, 2014

Magical Moment

Di sebuah resto di San Francisco, ada seorang konsultan yang heran melihat keramaian Chinese Restaurant Lie Po. Dia mencoba makan disana pada sebuah siang yang ramai sekali.

Pelayan dengan ramah melayaninya dengan bahasa Inggris yang masih saja tidak fasih, sang konsultan memesan “Orange Chicken with rice”, dan meminta minuman “Coke Zero”. Pelayan berkata: “Maaf, kami kontrak dengan Pepsi, dan tidak menjual produk Coca Cola. Apakah dapat kami tawarkan Diet Pepsi?” Sang konsultan menolak, dan meminta air putih saja.

Ketika dia sedang makan, tiba2 ada seorang berpakaian rapi membawa “Coke Zero” dan es batu, dan menaruh didepan pelanggan itu dan berkata sambil tersenyum “Tadi anda menginginkan Coke Zero kan? Ini untuk anda.”

Sang konsultan meminum dengan puas dan memanggil pelayan yang tadi melayaninya. Pelayan datang dan tersenyum melihat Coke Zero ada disana, dan berkata: “ Nah sudah ada minuman kesukaan Bapak kan?”

Pelanggan: “ Tadi katanya tidak ada? Ini kok ada?”
Pelayan: “ Benar, baru saja kami belikan di pasar swalayan seberang.”

“Restoran lagi ramai, siapa yang membelikan?”
“Manager kami, dia tidak terlalu sibuk dibelakang.”

“Lho, katanya kontrak dengan Pepsi?”
“Ya, kalau menjual Coke Zero tidak boleh, kalau memberi gratis, saya kira masih boleh.” Jawabnya sambil tersenyum.

***
Memberi pelayanan yang baik adalah hal yang umum, dan dilakukan semua perusahaan, memberikan hal yang lebih, yang tidak terduga bisa, menjadi kunci sukses dijaman ini. Ciptakan “Magical Moment”, saat2 ajaib yang luar bisa, yang memberikan impresi luar biasa, yang akan selalu diingat oleh pelanggan anda, sehingga dia akan setia pada perusahaan anda, dan merekomendasikan produk anda kepada orang lain.

Tuesday, September 9, 2014

10 Guides for the Year 2000 and beyond.

1. ***** PASSION, PASSION, PASSION.
WOW-projects, obsessions, the love that was tainted with insanity!
YOU GOTTA WANT IT BAD ENOUGH and Heaven Forgive! YOU WILL FIND A WAY TO GET IT. Passion is the SINGLE most important factor in any type of SUCCESS! If you do not have it, forget it, do your regular work -- which will usually amount to nothing special.

2. ***** FREE YOUR MIND, BREAK THE RULES.
In the crazy times like this, it requires the crazy attitudes to succeed. To break the barrier, to try something different and special. To WOW! and to destruct. The time of revolution. A creative approach toward business (and LIFE!) is more important now than ever. And believe me, INNOVATIONS are in very short supply, so if you do GET IT, go BANG!

3. ***** BE DISTINCT.
The new millennia needs a Distinct Brand You, something special. Do you have it? Can you explain why YOU (and not your friends or competitors) SHOULD SUCCEED? The world is insanely competitive, “me-too” products and services are all over the place. If you are not DISTINCTLY DIFFERENT and INSANELY GREAT, you will get nowhere fast. The Marketplace does not need anything usual, but it cries out for that SPECIAL SOMEONE or SOMETHING that can deliver EXCELLENCE, and nothing less that that.

4 ***** TAKE INITIATIVES.
**Dive in, Head First, Eyes Wide Open**. The era of READY-SHOOT-AIM is here to stay. Time is sliced into nanoseconds and we are always at the deadline! Decisions cannot wait, and you’ve got to do it now, do it fast and move on. Things change in real-time, we manage in real-time. There is no place for reconsideration and rethinking. Time is sacredly valuable, it is YOUR MOST PRECIOUS CAPITAL. Be stingy about it. **Good things come to those who relentlessly pursue them. Waiting is for bus stops.** (Mario Vittone). Take initiative, be proactive, JUMP IN NOW !

5. ***** FOCUS ON OPPORTUNITIES, NOT PROBLEMS.
We always have problems, difficulties and the minors of any services, let it be solved the best way by them, WE FOCUS ON OPPORTUNITIES, we seek the 10 times way to do things better, incrementalism is a goner, jump-start is in! We create a new way of doing business, we seek a striking change to do things W-A-Y BETTER! Do not waste our precious energy (even when we have that animalistic energy in our vein, save it!) on mundane and trivial things. Focus!

6. ***** GROW YOUR NETWORK.
Friends, friends, friends, the best WEAPON one can have in the path toward success. We have to grow our network, our friends, our chain of links. There is professionalism, there is ability, skill, hard works, but still the FRIENDS that will help you when you need some help (and believe me, every so often you WILL NEED THEM!). Sweetness and willingness are the keys. Mutual benefit, mutual trust. We need them and they need us. Grow your network religiously.

7. ***** LEARNING.
I hate people who are too LAZY TO LEARN, it sucks! What are they thinking? The world stands still? EVERY SECOND, new inventions emerge, new technologies evolve, and NOBODY can have enough. LEARN, LEARN, LEARN. By PRIORITY, by PASSION. The world is now an open book, what it really need is only OUR APPETITE to digest it.

8. ***** GO INTERNET.
Yes, the net changed the world of business with more force than the rock that offed the dinosaurs. YOU GOTTA BE INVOLVED, now! As of 01.01.00, today, we only know about 2 percent of what we can do with it (says Jeff Bezos). What will happen when that 98% prevails? Do you really think you are not going to get involved in the Internet in your future? ARE YOU SURE? Now is the next best time to get our feet wet (the best time was five years ago!), our head wet, and our soul wet. Gotta do it! Now! Bet your future (and LIFE) into it.

9. ***** HAVE FUN!
Life is already too bitter, too grey, too scary to live by. Yet we want to LIVE OUT LOUD, so FUN is mandatory! With the war among the frighteningly smart, the wacky brilliance, the guys with the animal energy, the monumentally impatience, we GOTTA HAVE FUN when we FIGHT ahead. Sometimes even the best is not good enough, so fail if we must (at least we tried!), and we have all the FUN along the way. THAT relieves me.

10. ***** TOMORROW IS ANOTHER DAY.
What has to be done today, has to be done today. Tomorrow has its own worries, its own works and its own projects. DO IT TODAY, DO IT NOW! Do Not Delay!

Life at the fast lane is sometimes exhilarating, but always exhausting. Only PASSION is likely to see us through the 18-hour day, month after month, and the painful mistakes that are part and parcel of the success process.
I wish you all success and happiness in the year 00 and beyond.

(repost, Bali, 1 Januari 2000)

Thursday, August 21, 2014

Sehat itu penting.

Sehat itu jadi penting, dan mahal, apalagi ketika usia mulai meninggi. Badan tidak setangguh dulu, dan pekerjaan tidak bisa dihentikan. Sementara kebiasaan hidup kita semakin hedonis, makan berlebihan, olah raga terlupakan. Kolesterol, darah tinggi, gula, jantung, semuanya mulai mengintai dari samping.

Apalagi pekerjaan menuntut penajaman upaya, untuk bertahan dan hidup, karena persaingan yang keras, dan tak habis habisnya, terus mendera kita. Kita dikejar waktu, deadline yang selalu mendesak, peningkatan kwalitas terus menerus, dan harga yang selalu maunya turun saja.

Pada akhirnya, dalam ketenangan waktu, kita akan berpikir, apa yang mesti kita pilih untuk lakukan. Seperti tulisan saya kemarin, hanya hal2 penting saja yang layak dapat perhatian kita. Layak dapat perhatian lebih. Layak untuk benar2 kita perhatikan dan kerjakan.

Jaman ini adalah jaman “berlebih”, segalanya ada, dari 100 tipe mie instant, 150 tipe shampoo, sampai 200 merek baju, apapun telah ada. Dari tas tangan yang seratus ribu sampai tiga ratus juta. Dari dokter UGD sampai operasi plastik untuk meninggikan hidung membesarkan mata, semua tersedia dengan mudah.

Ada teman yang bilang, “Sehat itu penting, Uang itu hanya kenyamanan hidup.” Lalu ada teman lain yang bilang: Ada 3 hal penting dalam hidup ini, Uang- waktu- dan kesehatan. Waktu kecil, punya waktu dan sehat, tidak punya uang. Waktu sukses berbisnis, punya uang dan kesehatan, tapi tidak punya waktu. Setelah tua, punya uang dan waktu, kesehatan telah hilang.

Apapun pilihan hidup anda, apapun pilihan hidup saya, mungkin kesehatan masih sebuah hal penting yang harus kita prioritaskan. Salam sehat dan damai.

Only “Important Things” matter.

Pada jaman ini, dalam kehidupan dan kesibukan kita, sering kita tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan semuanya. Kita telah “terbiasa” menerima dan mengerjakan semua hal, apa saja, baik yang penting ataupun yang tidak. Kita selalu berupaya menyesakkan tugas dan pekerjaan kedalam waktu kita yang terbatas. Mengurbankan pikiran dan tubuh kita.

Perlu sebuah keberanian untuk mematahkan rutininas dan memikirkan kembali apa yang sebenarnya penting untuk diri kita dan perusahaan kita. Mungkin perlu sebuah waktu dan ketenangan untuk mulai mengawasi kembali rutinitas kita, mulai awal Senin ini, melihat, apakah rutinitas yang saya lakukan ini sebenarnya memang benar2 “harus” saya lakukan ataukah, bisa saya delegasikan, tunda, atau malah hilangkan sama sekali.

Berani berkata “tidak”, untuk menolak hal2 yang sebenarnya cuma “urgent” saja tapi tidak “important”, dan mungkin juga kita lakukan sekedar memberi muka sahabat lama. Berkata “Maaf, saya sudah terlalu sibuk” akan memutus banyak ketidak harusan yang bisa kita tolak untuk kerjakan.

Pikirkan prioritas kehidupan kita sendiri. Melakukan yang penting tapi telah tertunda lama. Begitu banyak hal penting yang tidak mendesak telah kita tunda bertahun tahun. Banyak hal2 "penting" yang bersembunyi dibalik kata "nanti dulu" itu. Mengerjakan yang 20% tapi menghasilkan 80%, seperti kata Pareto. Sudah waktunya kita mengerjakan hal2 yang dulu kita beri tanda "suatu hari nanti" saya akan...

Senin, selalu awal sebuah Minggu baru yang enak, mari kita mulai lagi, “Memilih” yang tepat untuk kita kerjakan. Lihat aktifitas kita kembali, mana yang perlu, mana yang tidak. Kalau seandainya anda Cuma bisa bekerja 4 jam sehari, mana yang anda kerjakan dan mana yang tidak. Ini akan mengerucutkan pilihan kita akan hal2 penting dalam hidup kita.

Kerja kita, sering secara pelahan: sistematis, terstruktur dan masif, membelenggu kita, seperti sebuah gurita besar yang tak habis2nya belalainya, mencengkeram waktu kita pada sebuah rutinitas kerja yang tidak efektip. Mari kita putus, dan bebaskan diri kita kembali. Pertanyakan semua aktifitas kita: Perlukah ini untuk sukses besar masa depan saya yang sesuai dengan cita2 saya?

Selamat memulai kembali perjalanan kehidupan ini. Salam sukses untuk kita semua.

Thursday, August 7, 2014

Manusia jaman ini.

Jaman dulu, manusia lebih mau menerima “nasib”, menganggap semua itu tergantung sesuatu yang diluar dirinya sendiri, tidak sukses menjadi manusia besar atau orang kebanyakan, adalah hal2 yang “terjadi” pada diri kita. Sehingga orang yang gagal pun disebut “unfortunate”, orang2 yang tidak beruntung.

Dengan semakin majunya jaman dan teknologi, semakin terbukanya kesempatan, semakin mampu-nya manusia merubah nasibnya sendiri. Kita merasa diri kita sebagai penentu nasib, sebagai satu2nya orang yang bertanggung-jawab atas sukses kita sendiri. I am the captain of my soul, jadi ikrar kita. Sehingga orang yang gagal, dianggap “loser”, - pecundang, orang yang kalah. 

Bersamaan dengan itu, semakin kuat pula intensitas emosi kita, kita semakin stress, semakin mudah marah, dan menjadi kasar. Kita “harus” bisa sukses, harus menjadi lebih dari teman kita. Perbandingan diri sendiri dengan teman seangkatan, menjadi tidak terelakkan. Reuni jadi tolok ukur, siapa sukses, siapa gagal. Yang gagal, bahkan menghindar untuk ikut acara.

Tekanan menjadi stress, kebahagiaan menyurut dan membuat kita jadi pemarah. 45 persen orang Amerika mengalami kesulitan tidur. Pada 2010 saja, sudah 20 persen orang Amerika makan obat2an untuk “kesehatan mental" mereka. 

Pada 1994, hanya 15% orang Amerika merasa ketegangan dalam kehidupannya, pada 2009 angka itu menjadi 49.5%. Bahkan sekarang selalu lebih dari 50 persen merasa marah2 terus pada pemerintah dan institusi2 besar yang dianggap menimbulkan tekanan pada kehidupan mereka. Lalu, semua mulai menyukai kambing2 berwarna hitam.

Narsisme menjadi sebuah fenomena baru. Tas Hermes berharga ratusan juga menjadi status simbol. Kita lebih mau “memotret” makanan mewah, daripada menikmatinya. Selfie jadi kebiasaan baru. Manusia menjadi egois, semuanya adalah tentang “saya”. Kalau dulu anak2 kecil ketika ditanya apakah ingin menjadi orang hebat terkenal - hanya 12 persen yang mau, sekarang lebih dari 80% menghendakinya.

Perubahan prilaku menuntut kita merubah prilaku dalam cara kita bekerja, berkomunikasi dan berbisnis. Selamat memulai beraktifikas lagi. Salam sukses untuk kita semua.

Thursday, June 19, 2014

Predictive Selling

Amazon telah mem-patent-kan konsep “Predictive Selling” nya, anda akan menerima barang yang sebenarnya sangat anda inginkan tapi belum (atau tidak pernah akan) meng-klik ordernya.

Ketika kita mengetik di google, atau ada “predictive sentence” atau perkiraan anda akan mengetik apa, yang bisa anda ambil kalau cocok tanpa anda harus menuliskan secara lengkap.

Amazon memberikan rekomendasi buku pada anda. Di jaman dulu, kalau anda beli buku “self help” amazon akan merekomendasikan buku yang mungkin sejenis dan anda sukai. Itu jaman sangat doeloe. Dengan semakin canggihnya konsep “big data” yang dimiliki amazon, semakin canggihnya mereka memahami keinginan kita.

Amazon telah mem-patent-kan teknologi nya tentang Predictive Selling ini, yang secara umum dan mudah dijelaskan: mereka akan mengirimkan produk yang “kemungkinan besar anda mau membeli” dan anda tinggal meng-OK-kan atau menolaknya.

Idea ini sudah cukup lama, dan sudah dikerjakan oleh perusahaan lain juga. Sebuah perusahaan baju juga telah melakukannya dengan mengirimkan apa yang mungkin akan anda sukai, dan kalau anda tidak suka tinggal mengembalikannya. Mereka tidak akan men-charge credit card anda sebelum anda meng-OK-kan nya.

Ketika ada bel di pintu anda, anda buka, ternyata barang yang memang ingin anda beli, telah tiba didepan rumah anda. Itu lah konsep dasarnya. Komputer dan data membuat penjual mampu mem-prediksi sebenarnya apa yang ingin anda beli.

Tahun lalu Amazon memberikan gambaran akan cara mengirim barang masa depan: dengan pesawat2 terbang kecil yang mengantarkan produk itu kedepan pintu anda. Inovasi yang terus berkesinambungan dari Amazon sangat mencengangkan.

Selamat datang pada dunia baru, yang mungkin akan kita alami dalam beberapa tahun lagi.