Friday, May 10, 2013

Bagaimana menikmati keindahan dalam kesederhanaan?


Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.
Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas teh panas yang terasa nikmat sekali.

Kita hanya puas pada kesuksesan, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan hal2 yang sederhana.

Enaknya bakso tempat SMA kita dulu; murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter-enak selalu adalah makanan dekat sekolah kita dulu. Lucunya anak2 kecil di kebon binatang, walaupun bau tahi gajah tidak enak sekali. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita.

Dalam kesibukan kota, dalam kebiasaan iPhone, BB, iPad, DVD, masih adakah hal2 kecil seperti ini membuat anda bahagia? Apakah "inner joy" anda masih bisa bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi "keceriaan nurani" ini dalam kehidupan anda? 

Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.

Beberapa tahun lalu saya ke Selecta, sebuah tempat wisata di kota Batu, Malang, Jawa Timur... Ada kegembiraan rakyat, ada kesederhanaan yang menawan.

Kenikmatan itu murah, kalau kita tau bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang mendewakan harta dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.

Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang kita lalui hari ini, tetapi mata kita tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu... Mata kita masih saja tertutup pada kejengkelan... Kita masih saja tidak bisa melepas kesedihan atas hal yang tidak penting itu...

Mengapa tidak mencoba mebuka mata kita dengan bening? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan2 yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak  terlihat dari dalam.

Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan dan menjalaninya dengan penuh rasa.

Sobat Kental, Rahasia persahabatan yang mendalam.

Saya yakin anda punya banyak sahabat, tetapi berapa yang benar2 menjadi sobat kental anda, orang yang benar2 adalah “sahabat sejati” anda. Saya yakin tidak banyak. Mungkin hanya 3 atau 4 orang saja. Nah, apa yang membuat mereka adalah sobat kental anda? Ada 4 rahasia sederhana dalam persahabatan:

1. Berbagi rahasia. Ternyata sobat kental berbagi rahasia, dan mempercayai sepenuhnya sahabatnya. Kepercayaan sepenuhnya ini penting, karena setiap orang memiliki rahasia yang ingin dia simpan, tapi rela berbagi hanya dengan beberapa orang saja. Kepercayaan bukan sebuah hak, tetapi sesuatu yang kita dapatkan karena waktu telah membuktikan bahwa kita memang layak dipercaya.

2. Perlakukan sahabat anda seperti orang dewasa yang telah matang. Memberi nasihat tentu ok, tetapi ada batasnya. Setiap orang mempunyai keyakinan dan kemerdekaannya sendiri. Latar belakang, keluarga, agama, pendidikan, semuanya mebuat kita masing2 berbeda pendapat. Hargailah apapun pendapat, pilihan, keputusan sahabat anda. Kita hargai dia sebagai manusia seutuhnya. Kita berikan nasihat dan pendapat secukupnya, tetapi pada akhirnya adalah hak nya sebagai manusia mandiri untuk mengambil keputusan apapun dalam hidupnya.

3. Terimalah bahwa persahabatan anda tidak akan selamanya sempurna. Sedikit kesalahpahaman, dan ketidak enakan, serta selisih pendapat, selalu ada dan akan terjadi. Terimalah itu sebagai kenyataan hidup. Maafkan, dan meminta maaflah atas kesalahan yang terjadi. Lidah dan gigi kita saja masih saling menggigit walau telah bersama sepanjang hidup kita, apalagi teman yang latar belakang dan keyakinan dan cara hidupnya berbeda. Kesadaran ini akan menguatkan kita dan membuat kita menjadi sahabat yang lebih baik.

4. Datangi, dan dekati sobat kental anda; secara tulus datangi dan temani, ketika dia dalam kesulitan besar. Setiap orang memiliki masa sulitnya, entah sakit yang parah, kehilangan keluarga, bisnis yang hancur, perkawinan yang porang poranda, mood yang lagi sangat buruk, atau hal2 lain yang berat. Usahakan untuk dapat datang menemaninya, walau hanya satu dua jam, untuk ber-empati terhadap kesulitan kesusahan yang dirasakan sobat kental anda. Penderitaan menjadi jauh berkurang kalau ada sobat kental yang menemani kita berbagi derita. Duka akan terbagi bila kita bersama sahabat, dan kebahagiaan akan belipat kalau kita bersama sahabat.

Sobat kental tidak selalu bertemu setiap saat. Kadang hanya bertemu setiap tahun sekali atau bahkan lebih jarang lagi. Sobat kental tidak pula ber sosial media setiap hari. Tetap dia tetap menjadi sobat kental kita, karena ada “klick” yang cocok dan pembicaraan yang seirama satu frequency yang sama antara anda dengannya. Keempat hal diatas akan lebih menguatkan lagi persahabatan anda dengan nya. Selamat bersobat kental.

5 hal yang membuat orang menjadi memikat, menawan

Sering kita mengenal orang yang tidak terlalu cantik atau terlalu tampan, tapi sangat “charming”; menawan, memikat, membuat orang lain menyukainya. Sebenarnya apa yang membuat orang merasa seseorang itu menawan, atau membosankan? Agak sulit menjelaskan mengapa, kata teman ketika saya tanya, “tapi dia selalu membuat saya tertarik, ada “magnet” nya. Apalagi kalau ngobrol lama dengannya.”

Ada 5 hal yang membuat orang menjadi memikat, menawan: “5 A” adalah kuncinya:

Acceptance, atau penerimaan, adalah sebuah sikap menerima orang lain tanpa sinis-tisme, tanpa sikap memandang rendah. Sikapnya positip dalam menerima orang lain apa adanya. Dengan sikap yang tulus berbagi senyum dan tawa. Tidak ada ketidaknyamanan dalam sikap dan nadanya, hanya ada senyuman.

Appreciation, penghargaan, adalah A kedua. Selalu tulus mengatakan “terimakasih.” Sering dari sinar matanya saja kita tau dia berterimakasih dan menghargai, dan membuat kita merasa terhormat. Mata yang berbinar, gerak tubuh menghargai orang, membuat orang lain merasa spesial, membuat orang lain merasa istimewa.

Approval, menyetujui, apa yang dikatakan dan diceritakan orang lain. Kesamaan visi dan pendapat adalah kekuatan yang besar dalam networking. Persetujuan bukan berarti tidak ada perbedaan, tapi memahami dan menyetujui cara dan konsep berpikir orang itu, tapi beda dalam beberapa pendapat dalam batas kewajaran. Memuji adalah kunci dalam menyetujui pendapat orang. Memuji adalah kunci dalam membuat diri kita menawan.

Admiration, atau mengagumi. Tidak ada orang yang tidak suka dengan pengagumnya. Bintang filem, penyanyi kondang, orang terkenal, semuanya menerima dan menyukai fans-nya, karena manusia memiliki kehausan untuk dikagumi. Selalu tunjukkan kekaguman anda dengan tulus terhadap apa yang memang benar dan hebat dari orang tersebut.

Attention, atau perhatian, adalah kunci A kelima. (Boleh dicoba: Cobalah anda berbicara dengan orang, perhatikan baik2, dengarkan, dan lihat matanya, biarkan dia berbicara, lalu pelan2 rubahlah pandangan anda ketempat lain, maka sering orang ini akan berhenti bicara. Secara tidak sadar dia merasa malas meneruskan ceritanya karena anda tidak memperhatikan dia lagi.) Perhatian kita membuat orang lain semangat dalam bercerita, nyaman berdiskusi dengan anda. Anggukkan kepala, beri signal positip, ulangi kalimat terakhirnya, beri komentar ringan sedikit, maka orang ini akan lebih semangat bercerita dengan anda.

Kata “menawan” mungkin berarti; orang itu menjadi begitu menarik, sehingga sepertinya hati kita tertawan olehnya. Nah kelima hal ini lah yang secara menyeluruh akan membuat anda menjadi orang yang menawan. Sebuah langkah tepat menuju kesuksesan.

Jadi pada akhirnya, rahasia paling sederhana dari daya pikat adalah: “Membuat orang merasa dirinya diistimewakan.” Ketika kita menganggap orang itu adalah orang yang jauh lebih penting dari kita, maka kita membuat dia menjadi merasa “istimewa.” Dan dia akan menganggap anda “menawan”.

Setiap pilihan memiliki dua muka yang bertolak belakang.

Seorang yang sangat kreatip dan penuh akal cerdik, sering2 tidak terlalu menurut dan tidak patuh aturan. Bahkan kadang cenderung sedikit nakal, tidak jujur, dan pembangkang. Sebaliknya seorang yang loyal, penurut, taat aturan, kadang tidak punya idea dan hanya melakukan apa yang ditugaskan saja.

Pacar yang cantik seksi ramah rentan digoda orang, dan cowok yang baik penurut setia biasanya bodoh dan kaku sifatnya. Yang kaya sering menjadi nakal, yang miskin tapi baik tidak enak sekali hidupnya.

Hidup adalah sebuah koin bermuka dua, sebuah pedang bermata dua, yang selalu memiliki kedua sisi yang berlawanan dalam satu sifat dan keadaan yang sama. Kita sering terperangkap dalam pemahaman ini. Mau sisi satunya tidak mau lainnya, yang sering menjadi sebuah kekecewaan.

Pekerjaan yang mudah stabil dan tidak menguras energi, tidak beresiko, biasanya tidak memberikan hasil yang banyak. Pekerjaan yang hasilnya banyak, memberikan stress tidak habis2nya, dan memberikan tekanan yang tidak enak. Pilihan selalu ada, tetapi selalu membawa konsekwensi sendiri2.

Ketika ditawarkan “bisnis untung besar tanpa resiko”, “hasil besar tanpa kerja keras”, sebagian orang terlena dan tertipu. Jelas hal itu tidak ada, dan selalu ada udang dibalik sepatu. Ada jebakan batman nya. Kadang terlihat juga bohong nya dengan cukup kasat mata, tapi sebagian orang tidak peduli dan masih saja menjerumuskan dirinya kesana.

Sering orang bermimpi ingin terkenal dan kaya raya, karena dianggapnya isinya bahagia semua. Bukti data menyunjukkan orang yang stress, sakit jiwa, rumah tangga hancur, dan insomnia, bahkan bunuh diri, justru kebanyakan orang kaya dan orang terkenal. Setiap anugerah membawa kutukannya sendiri2. Tuhan adil dalam memberikan jatah kebahagiaan yang sama pada semua orang.

Setiap hasil punya beaya sendiri2, punya resikonya sendiri2. Dalam perjalanan kehidupan kita selalu memilah, memilih, dan mengejar harapan dan mimpi kita. Kita harus sadar bahwa selalu ada beaya, ada resiko, dan ada sisi gelap dalam setiap pengejaran harapan kita. Ada pagi ada malam, ada gelap ada terang, ada tawa ada tangis, ada senang ada susah, dan semua dalam paket kehidupan yang sama.

"The Man In The Arena"

Bukan kritikus yang penting,
atau bagaimana orang hebat tersandung dan jatuh,
atau di mana para pelaku sejarah
dapat melakukannya dengan lebih baik.

Yang terpenting adalah orang
yang sebenarnya di lapangan,
yang memiliki antusiasme yang besar,
pengabdian yang besar,
dan yang mengabdikan dirinya
dalam tujuan mulia.

Jika ia gagal,
setidaknya dia gagal dengan sangat berani,
sehingga ia mungkin tidak akan pernah
menjadi jiwa-jiwa dingin dan pemalu,
yang tidak pernah paham arti kemenangan atau kekalahan.

~Theodore Roosevelt

It is not the critic who counts,
or how the strongman stumbled and fell,
or where the doer of deeds
could have done better.

The credit belongs to the man
who is actually in the arena,
who knows the great enthusiasms,
the great devotion,
and who spends himself
in a worthy cause.

If he fails,
at least he fails while daring greatly,
so that he may never be
one of those cold and timid souls,
who know neither victory nor defeat.
~Theodore Roosevelt

Cuplikan pidato “The man in the arena”, yang disampaikan pada tahun 1910 ini masih saja mengilhami orang2 untuk menjadi “pelaku” yang sebenarnya. Melupakan kritikus, pemberi nasihat, ataupun pengamat, yang selalu hanya bisa “ngomong” aja, tapi tidak mau benar2 terjun dilapangan untuk berkarya.

Untuk menciptakan perubahan, dibutuhkan lebih banyak orang2 yang mau benar2 melakukan sesuatu pada kehidupan ini. Menciptakan perubahan. Dan bukan sekedar memberikan kata kritikan atau pujian saja. Yang terburuk adalah orang2 sinis, yang tidak pernah mau melakukan, tetapi selalu mencela yang lain.

Kita ditantang untuk menjadi pelaku, yang bergelora jiwanya, dan melakukan sesuatu yang hebat. Mungkin kita akan gagal, atau tersungkur, tetapi setidaknya kita adalah “pelaku” kehidupan yang sebenarnya. Dan mungkin juga kita akan sukses besar, dan berhasil merubah dunia ini. Salam semangat

Sehat, waktu, dan uang.

Seminggu ini saya sakit, murus2 berkepanjangan dan badan flu sakit semua. Kegiatan masih saja menumpuk dan harus diselesaikan. Sudah makan obat bermacam2 termasuk antibiotik dan teman2nya, serta mampir ke unit gawat darurat rumah sakit untuk suntik dan infus.

Ada janji meeting penting, yang akhirnya saya pendekkan dari sehari menjadi setengah hari. Ada seminar yang tentu tetap saya kerjakan, walau harus “sembunyi” untuk “menhemat tubuh” sebanyak mungkin. The show must go on, kata orang. Semua masih teratasi. Selesai acara, masuk hotel, tidur.

Ketika waktu kita terbatas, kita mulai memikirkan prioritas, apa yang perlu dilakukan, apa yang bisa di tinggalkan. Kita mulai menjadi lebih efektip dalam bekerja. Basa basi kita pangkas, yang tidak penting kita buang, dan kita fokus pada solusi terbaik yang bisa kita lakukan.

“Apa yang akan anda lakukan kalau sehari hanya boleh bekerja 4 jam saja?” adalah sebuah idea menarik tentang efektivitas kerja, memaksa kita berpikir lebih jernih, apa yang perlu, apa yang tidak dalam melakukan pekerjaan kita. Tidak semuanya bisa selesai dengan baik, tapi sekarang kita lebih paham prioritas kita.

Ketika sakit, kita juga mulai sadar, bahwa sehat itu penting. Dan uang, sebenarnya hanya kenikmatan kenyamanan kehidupan semata. Kita berperang untuk sukses dan kaya, sering kita lupa kesehatan kita. Tubuh kita memberitahu, waktunya istirahat, waktunya jeda.

Kata orang “sehat”, “uang”, dan “waktu” adalah 3 hal yang sulit dimiliki ketiganya. Waktu muda masih sehat punya waktu, tidak punya uang. Sudah mulai sukses, masih sehat dan punya uang, tapi tidak punya waktu karena kesibukan yang menumpuk. Setelah tua, punya uang, punya waktu, tapi sudah tidak sehat lagi. Selamat menikmati damai anda. Salam.

Universitas Kehidupan

Universitas Kehidupan mata kuliahnya beragam: Memahami kegagalan berulang; Penghianatan seorang sahabat; Mengalahkan ego pribadi; Berpacu dengan waktu; Kekecewaan tak bertepi; Sayap-sayap mimpi yang patah; Tetap menginjak bumi; Mencintai pekerjaan yang menjemukan; Kesedihan yang menghujam menembus bahu; Tetap tersenyum didepan klien yang super nyebelin; Menyelesaikan tugas dalam kurun waktu yang mustahil; Sabar menghadapi pimpinan yang tidak rasional; Ditinggal oleh orang yang sangat kita sayangi; Merindukan kedamaian; Kebosanan tingkat dewa,…....... Kadang2 kita dapat juga extrakulikuler yang menyenangkan: Malaikat penolong yang datang saat terdesak; Rejeki muncrat tanpa diharap; Menemukan sahabat sejati; Melihat indahnya cinta diantara himpitan kehidupan; Keajaiban kecil senyummu; Menikmati teh pagi penuh damai,.......... Ketika satu mata kuliah selesai, datang lagi mata kuliah baru, yang sering tidak pernah kita duga sebelumnya. Dan kita semua tidak pernah lulus ataupun mendapat ijasah dari Kampus Kehidupan ini. Selamat kuliah