Apapun yang anda lakukan dalam kegiatan sehari hari, yang biasa kita sebut dengan kerja, ada 3 tipe orientasi yang berbeda yang dapat anda sadari.
Job: Kegiatan sehari hari sebagai “kerja”. Kerja, motivasinya adalah uang, baik berupa gajih, bonus, atau keuntungan bisnis. Bekerja dianggap sebagi tugas dan beban, yang diharapkan adalah selesainya tugas itu. Yang ditunggu adalah hari gajihan dan libur akhir pekan. Ini membahayakan diri menjadikan kita sebagai robot yang produktip, tanpa arti kehidupan, tanpa kenikmatan. Tujuan utama penyelesaian tugas. Menderita dalam perjalanan tidak apa2 asalkan diujungnya ada uang. Uang motivasi utama.
Career: Ada yang melihat kegiatan sehari hari sebagai “karier”. Hidup sebagai sebuah lomba untuk secepatnya naik pangkat. Mendapatkan jabatan yang lebih baik, entah diperusahaan ini atau perusahaan lain yang bersedia membajak anda. Yang diinginkan adalah harga diri, hormat dari kolega dan anak buah. Yang ditunggu naik pangkat, naik jabatan, naik tunjangan. Kapan menjadi manager, direktur atau komisaris. Mencari ujung kebahagiaan dalam karier, kerja keras untuk itu, dan setelah tiba disana, akan ada upaya pencapaian baru, sebuah gunung baru untuk ditaklukkan.
Calling: Kegiatan sebagai “panggilan”. Disini kegiatan dianggap sebagai kenikmatan. Bekerja sebagai bagian dari passion, gairah kehidupan, dan sebagai sebuah kesempatan untuk berkarya, merealisasikan jati diri. Tanpa dibayarpun anda mau mengerjakannya dengan sebaik baiknya. Harapannya adalah dapat mengerjakan sebaik baiknya untuk kebaikan umat manusia. Apa yang diharapkan bila pekerjaan itu telah selesai? Ya pekerjaan baru lagi sebagai tantangan dan kenikmatan baru.
Tentu tidak semua kegiatan sehari hari dapat dikelompokkan secara eksklusif sebagai salah satu dari 3 hal diatas, karena bisa saja merupakan gabungan dari 2 atau ke 3 konsep diatas. Tapi tipe apa yang paling dominan dalam anda melihat kegiatan kerja anda?
Kata Khalil Gibran, bekerja dengan cinta itu seperti menyulam kain dari benang2 yang keluar dari jantungmu, untuk membuat pakaian kekasihmu. (It is to weave the cloth with threads drawn from your heart, even as if your beloved were to wear that cloth.) Adakah kenikmatan dan cinta pada pekerjaan kita?
Dengan menginjak bumi dan menggapai langit kita tetap pada prinsip bisnis adalah sebuah alat mencapai keuntungan (menginjak bumi), kitapun harus memiliki idealisme untuk menikmati pekerjaan kita dan menjalankan sesuai dengan nurani dan jiwa kita (menggapai langit).
Ada sebuah test sederhana yang dapat anda coba pikirkan: Bayangkan, bilamana anda mendapat hadiah undian uang sebesar satu milliar Rupiah, apakah anda masih akan mau mengerjakan pekerjaan anda seperti yang sekarang anda lakukan ataukah anda akan pindah kerja? Bila jawabnya anda tetap mau, maka berbahagialah anda, karena pekerjaan anda sekarang (sebagian atau seluruhnya) adalah panggilan hidup anda. Salam sukses selalu.
Ikhlas sepanjang jalan.... Hidup adalah perjalanan, yang ditaburi mimpi, diisi keberanian, dan dinyatakan dalam tindakan
Thursday, April 10, 2014
Hidup ini hanya sekedar mampir minum.
Pada suatu hari yang sudah lama sekali, saya menyempatkan diri mendatangi Museum Affandi. Lukisan2 hebat, sisa2 perjalanan kehidupan seorang artis besar dan kenikmatan menikmati beberapa karya besar beliau. Yang masih teringat sekarang adalah makam beliau didepan. Yang mengingatkan saya bahwa: Perjalanan kehidupan ini, betapapun hebatnya, akan berakhir pada 2x3 meter saja.
Orang jawa bilang “Urip iki mung mampir ngombe”, hidup ini hanya sekedar mampir minum saja, spruput, menenggak secangkir kopi enak, dan kita lewat sudah. Jadi,mengapa kita begitu “serius” melihat kehidupan ini? Mungkin karena sejak kecil kita di mimpikan untuk menjadi manusia kaya, sukses, hebat, terkenal. Mungkin karena masyarakat mengukur segalanya dengan tolok ukur sukses. Sehingga pengejaran kehidupan tidak pernah habis habisnya.
Ketika kita dikejar oleh jadwal, target, dan super kesibukan yang tak akan pernah habis, kita terhimpit oleh begitu banyak kewajiban dan tugas dan pengejaran mimpi yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin dalam kesibukan seperti itulah perlu ada sebuah jeda, sebuah pemberhentian sejenak, sebelum kita berlari lagi berjuang berperang memenangkan kehidupan ini. Selamat menikmati jeda.
Orang jawa bilang “Urip iki mung mampir ngombe”, hidup ini hanya sekedar mampir minum saja, spruput, menenggak secangkir kopi enak, dan kita lewat sudah. Jadi,mengapa kita begitu “serius” melihat kehidupan ini? Mungkin karena sejak kecil kita di mimpikan untuk menjadi manusia kaya, sukses, hebat, terkenal. Mungkin karena masyarakat mengukur segalanya dengan tolok ukur sukses. Sehingga pengejaran kehidupan tidak pernah habis habisnya.
Ketika kita dikejar oleh jadwal, target, dan super kesibukan yang tak akan pernah habis, kita terhimpit oleh begitu banyak kewajiban dan tugas dan pengejaran mimpi yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin dalam kesibukan seperti itulah perlu ada sebuah jeda, sebuah pemberhentian sejenak, sebelum kita berlari lagi berjuang berperang memenangkan kehidupan ini. Selamat menikmati jeda.
Sunday, March 23, 2014
Tulisan kuno
It is not the critic who counts,
or how the strongman stumbled and fell,
or where the doer of deeds
could have done better.
The credit belongs to the man
who is actually in the arena,
who knows the great enthusiasms,
the great devotion,
and who spends himself
in a worthy cause.
If he fails,
at least he fails while daring greatly,
so that he may never be
one of those cold and timid souls,
who know neither victory nor defeat.
- Theodore Roosevelt
Bukan para kritikus yang penting,
atau bagaimana orang hebat tersandung dan jatuh,
atau di mana para pelaku sejarah
mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.
Yang terpenting adalah orang orang
yang sebenarnya berada di lapangan,
yang memiliki antusiasme yang besar,
pengabdian yang besar,
dan yang menghabiskan waktunya
dalam tujuan yang mulia.
Jika ia gagal,
setidaknya dia gagal dengan sangat berani,
sehingga ia tidak dapat disamakan
dengan jiwa-jiwa dingin dan pemalu,
yang tidak pernah memahami arti kemenangan atau kekalahan.
***
Tulisan kuno yang masih saja menghentak, ketika kita mendengarkan begitu banyak nasehat dan pendapat dan kritik dan wejangan. Tetapi kita tidak melihat mereka melakukannya sendiri.
Atau ketika kita berpikir terlalu banyak, dan tidak juga melakukannya. Ketika terlalu banyak rencana yang tidak menjadi kenyataan, ketika kita malas melarutkan impian menjadi tindakan2 nyata.
Yang layak dicatat adalah orang2 yang berada di lapangan, yang wajahnya ternoda oleh debu dan keringat dan darah, yang berusaha dengan gagah berani; yang melakukan segala kesalahan dan gagal lagi dan lagi; karena tidak ada usaha tanpa kesalahan dan kekurangan. Mereka tidak dapat disamakan dengan jiwa2 dingin yang terdiam dan berhenti berusaha.
or how the strongman stumbled and fell,
or where the doer of deeds
could have done better.
The credit belongs to the man
who is actually in the arena,
who knows the great enthusiasms,
the great devotion,
and who spends himself
in a worthy cause.
If he fails,
at least he fails while daring greatly,
so that he may never be
one of those cold and timid souls,
who know neither victory nor defeat.
- Theodore Roosevelt
Bukan para kritikus yang penting,
atau bagaimana orang hebat tersandung dan jatuh,
atau di mana para pelaku sejarah
mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.
Yang terpenting adalah orang orang
yang sebenarnya berada di lapangan,
yang memiliki antusiasme yang besar,
pengabdian yang besar,
dan yang menghabiskan waktunya
dalam tujuan yang mulia.
Jika ia gagal,
setidaknya dia gagal dengan sangat berani,
sehingga ia tidak dapat disamakan
dengan jiwa-jiwa dingin dan pemalu,
yang tidak pernah memahami arti kemenangan atau kekalahan.
***
Tulisan kuno yang masih saja menghentak, ketika kita mendengarkan begitu banyak nasehat dan pendapat dan kritik dan wejangan. Tetapi kita tidak melihat mereka melakukannya sendiri.
Atau ketika kita berpikir terlalu banyak, dan tidak juga melakukannya. Ketika terlalu banyak rencana yang tidak menjadi kenyataan, ketika kita malas melarutkan impian menjadi tindakan2 nyata.
Yang layak dicatat adalah orang2 yang berada di lapangan, yang wajahnya ternoda oleh debu dan keringat dan darah, yang berusaha dengan gagah berani; yang melakukan segala kesalahan dan gagal lagi dan lagi; karena tidak ada usaha tanpa kesalahan dan kekurangan. Mereka tidak dapat disamakan dengan jiwa2 dingin yang terdiam dan berhenti berusaha.
Alasan Mengapa Anda Disini
Alasan Mengapa Anda Disini.
"Hidup akan menghancurkan Anda. Tidak ada yang bisa melindungi Anda dari itu, dan hidup sendirian tidak akan menjadi baik, menyendiri akan menghancurkan Anda dengan kesepiannya. Anda harus mencintai. Anda harus merasakan kehidupan. Inilah alasan Anda berada di bumi. Anda berada di sini untuk mempertaruhkan hati Anda. Anda berada di sini untuk tertelan. Dan ketika itu hati anda hancur, atau dikhianati, atau ditinggalkan, atau disakiti, atau diambang kematian, biarkan diri Anda duduk disamping pohon apel dan mendengarkan apel jatuh di sekitar Anda di tumpukan, menyia nyiakan buahnya yang manis. Katakan pada diri Anda, Anda telah merasakan sebanyak yang Anda bisa. "
The Reason You are Here
“Life will break you. Nobody can protect you from that, and living alone won't either, for solitude will also break you with its yearning. You have to love. You have to feel. It is the reason you are here on earth. You are here to risk your heart. You are here to be swallowed up. And when it happens that you are broken, or betrayed, or left, or hurt, or death brushes near, let yourself sit by an apple tree and listen to the apples falling all around you in heaps, wasting their sweetness. Tell yourself you tasted as many as you could.”
― Louise Erdrich, The Painted Drum
"Hidup akan menghancurkan Anda. Tidak ada yang bisa melindungi Anda dari itu, dan hidup sendirian tidak akan menjadi baik, menyendiri akan menghancurkan Anda dengan kesepiannya. Anda harus mencintai. Anda harus merasakan kehidupan. Inilah alasan Anda berada di bumi. Anda berada di sini untuk mempertaruhkan hati Anda. Anda berada di sini untuk tertelan. Dan ketika itu hati anda hancur, atau dikhianati, atau ditinggalkan, atau disakiti, atau diambang kematian, biarkan diri Anda duduk disamping pohon apel dan mendengarkan apel jatuh di sekitar Anda di tumpukan, menyia nyiakan buahnya yang manis. Katakan pada diri Anda, Anda telah merasakan sebanyak yang Anda bisa. "
The Reason You are Here
“Life will break you. Nobody can protect you from that, and living alone won't either, for solitude will also break you with its yearning. You have to love. You have to feel. It is the reason you are here on earth. You are here to risk your heart. You are here to be swallowed up. And when it happens that you are broken, or betrayed, or left, or hurt, or death brushes near, let yourself sit by an apple tree and listen to the apples falling all around you in heaps, wasting their sweetness. Tell yourself you tasted as many as you could.”
― Louise Erdrich, The Painted Drum
Box of Happiness
**Box of Happiness**
Simpanlah sebuah kotak yang berisi hal2 yang mengingatkan kebahagiaan kita: foto masa dulu, postcard yang kita beli di New York, batu yang kita ambil di pantai Bali, gantungan kunci unik Geneva, cincin tua pemberian kakek. Pada saat kepahitan melanda kita, bukalah sejenak, nikmati rasa haru dan bahagia yang timbul. Dan kembali berjuang setelah itu.
Simpanlah sebuah kotak yang berisi hal2 yang mengingatkan kebahagiaan kita: foto masa dulu, postcard yang kita beli di New York, batu yang kita ambil di pantai Bali, gantungan kunci unik Geneva, cincin tua pemberian kakek. Pada saat kepahitan melanda kita, bukalah sejenak, nikmati rasa haru dan bahagia yang timbul. Dan kembali berjuang setelah itu.
Saturday, January 11, 2014
Orang Positif
Para periset dari Wake Forest University, the University of Nebraska, dan Washington University melakukan riset terhadap mahasiswa yang diminta menilai teman2nya. Didapatkan bahwa orang yang menilai teman2nya secara negatip, ternyata adalah orang2 yang mempunyai kepribadian negatip juga. Sedangkan orang yang menganggap orang lain selalu positip, memiliki personality yang baik dan disukai banyak orang. Orang positip ini memiliki tingkat kepuasan yang lebih, tidak tertekan, bahkan punya nilai akademis rata2 yang lebih baik.
Ketika kawan anda menceritakan orang lain, apa yang dikatakannya: hal yang negatip atau positip? Gossip, makian, dengki, amarah, ataukan pujian, syukur, damai, kagum, yang mengalir keluar dari mulutnya? Hal ini ternyata mengurai karakter dan jiwa orang itu sendiri, dan menjadi cermin apa yang ada didalam dirinya.
Orang2 yang selalu negatip terhadap kehidupan, biasanya tidak mudah bersosialisasi, tidak setuju terhadap apa saja, penuh kritik, dan narsis berlebihan. Dan ternyata sifat2 ini tidak mudah berubah. Riset yang sama pada orang yang sama setahun kemudian mengungkapkan kesamaan hasil, yang membuktikan orang2 tidak berubah dari watak asalnya bersama jalannya waktu.
Maka amatilah orang2 yang selalu mengatakan hal yang positip tentang orang lain, kejadian lain, pekerjaan, keadaan negeri, dan apa saja, kepada anda. Orang2 ini biasanya percaya pada orang lain, bersikap manis, mengatakan hal2 positip dengan tulus, dan memiliki emosi yang stabil. Berteman dan bersahabatlah dengan orang2 demikian, karena selain ini menularkan optimisme kepada anda, orang2 ini juga yang mempunyai kemungkinan sukses lebih besar daripada yang negatip.
Jadi perhatikan “apa yang keluar dari mulutnya”, terutama ketika dia bercerita tentang orang lain kepada anda, karena dari sana sebenarnya sudah dapat dilihat apakah dia orang yang menyenangkan atau menyebalkan. Hitung kalimat piostip, dan hitung kalimat negatip yang keluar dalam sehari, dan bandingkan mana yang lebih banyak. Kalimat netral tidak diperhitungkan. Semakin banyak positipnya, maka semakin menyenangkan anda, semakin mudah sukses, dan semakin bahagia kehidupannya.
Bagi yang memiliki kebiasaan negatip dan ingin berubah, ternyata kebiasaan dan sifat2 ini memang masih bisa dirubah. Tapi sangat tidak mudah merubahnya. Psychologist Phillippa Lally dari University College London, meminta 96 mahasiswa untuk membentuk kebiasaan, misalkan minum dua gelas air sebelum makan siang, dan mendapatkan bahwa perubahan itu cukup sulit dan baru terbentuk setelah berbulan bulan. Kelupaan sehari dua hari tidak menjadi masalah, asalkan mau meneruskannya. Jadi kebiasaan baru yang baik bisa dibentuk, dengan keyakinan dan upaya yang keras.
Mulailah dengan mengucapkan kata2 yang yang positip, memuji, menghargai, dan mensyukuri kehidupan dengan tulus. Bukan hanya tentang orang lain saja, tapi juga tentang pekerjaan, tentang kehidupan, bahkan tentang kucing tetangga yang nakal. Salam positip
Ketika kawan anda menceritakan orang lain, apa yang dikatakannya: hal yang negatip atau positip? Gossip, makian, dengki, amarah, ataukan pujian, syukur, damai, kagum, yang mengalir keluar dari mulutnya? Hal ini ternyata mengurai karakter dan jiwa orang itu sendiri, dan menjadi cermin apa yang ada didalam dirinya.
Orang2 yang selalu negatip terhadap kehidupan, biasanya tidak mudah bersosialisasi, tidak setuju terhadap apa saja, penuh kritik, dan narsis berlebihan. Dan ternyata sifat2 ini tidak mudah berubah. Riset yang sama pada orang yang sama setahun kemudian mengungkapkan kesamaan hasil, yang membuktikan orang2 tidak berubah dari watak asalnya bersama jalannya waktu.
Maka amatilah orang2 yang selalu mengatakan hal yang positip tentang orang lain, kejadian lain, pekerjaan, keadaan negeri, dan apa saja, kepada anda. Orang2 ini biasanya percaya pada orang lain, bersikap manis, mengatakan hal2 positip dengan tulus, dan memiliki emosi yang stabil. Berteman dan bersahabatlah dengan orang2 demikian, karena selain ini menularkan optimisme kepada anda, orang2 ini juga yang mempunyai kemungkinan sukses lebih besar daripada yang negatip.
Jadi perhatikan “apa yang keluar dari mulutnya”, terutama ketika dia bercerita tentang orang lain kepada anda, karena dari sana sebenarnya sudah dapat dilihat apakah dia orang yang menyenangkan atau menyebalkan. Hitung kalimat piostip, dan hitung kalimat negatip yang keluar dalam sehari, dan bandingkan mana yang lebih banyak. Kalimat netral tidak diperhitungkan. Semakin banyak positipnya, maka semakin menyenangkan anda, semakin mudah sukses, dan semakin bahagia kehidupannya.
Bagi yang memiliki kebiasaan negatip dan ingin berubah, ternyata kebiasaan dan sifat2 ini memang masih bisa dirubah. Tapi sangat tidak mudah merubahnya. Psychologist Phillippa Lally dari University College London, meminta 96 mahasiswa untuk membentuk kebiasaan, misalkan minum dua gelas air sebelum makan siang, dan mendapatkan bahwa perubahan itu cukup sulit dan baru terbentuk setelah berbulan bulan. Kelupaan sehari dua hari tidak menjadi masalah, asalkan mau meneruskannya. Jadi kebiasaan baru yang baik bisa dibentuk, dengan keyakinan dan upaya yang keras.
Mulailah dengan mengucapkan kata2 yang yang positip, memuji, menghargai, dan mensyukuri kehidupan dengan tulus. Bukan hanya tentang orang lain saja, tapi juga tentang pekerjaan, tentang kehidupan, bahkan tentang kucing tetangga yang nakal. Salam positip
Friday, December 27, 2013
Semua orang punya jumlah waktu yang sama
Kita semua sering tidak punya waktu untuk hal2 penting yang tidak mendesak, seperti belajar lagi, atau pergi berlibur sejenak, atau menemui nenek kita yang sakit, atau pulang kampung menemui orang tua.
Waktu adalah hal yang ajaib, kalau kita tidak mampu menguasainya, kita akan dikuasai oleh nya. Semua orang punya jumlah waktu yang sama. Apa yang kita putuskan untuk kita pilih dan lakukan, adalah keputusan kita sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)